Desain

Infinix Hot S memiliki badan yang kokoh. Hal tersebut dikarenakan bahan body yang digunakan oleh Infinix adalah Alumunium. Saat TeknoVue menggenggam perangkat yang satu ini juga terasa sangat kokoh. Dan tidak seperti smartphone sebelah, Infinix Hot S tidak licin saat dipegang.

Infinix Hot S menggunakan sistem operasi yang mereka sebut sebagai XOS dengan nama kode Chameleon 2.0. Pada Chameleon 2.0 ini, Infinix sudah mempercantik tampilannya, namun tidak mengubah esensi rasa navigasi pada sebuah smartphone Android. Dan hal tersebut tidak membuat smartphone ini menjadi lambat!

Pada bagian atas dari smartphone ini terdapat lubang audio jack 3,55mm untuk ditancapkan earphone atau pun headphone. Lalu untuk memasukkan SIM dan microSD, slot-nya dapat ditemukan pada bagian kirinya. Tombol volume dan tombol power ada pada bagian kanan smartphone ini. Sedangkan port microUSB, speaker, dan microphone ada pada bagian bawahnya.

Pada bagian belakang smartphone ini terdapat sebuah bundaran di bawah lampu LED Flash-nya. Tidak lain, itu adalah sebuah pemindai sidik jari atau yang sering dikenal dengan nama Fingerprint Sensor. Untuk sebuah smartphone yang tergolong murah, ternyata sensor sidik jarinya dapat dikatakan cepat! Taruh saja jari yang sudah didaftarkan sebelumnya saat layar mati dan smartphone akan langsung menyala kurang dari satu detik.

Kamera

Infinix Hot S menggunakan kamera utama dengan resolusi 13 megapiksel dan 8 megapiksel pada bagian depannya. Tidak banyak info yang bisa didapat mengenai sensor mana yang digunakan oleh Infinix pada kedua kameranya. Untuk aplikasi kamera yang digunakan sendiri juga memiliki beberapa feature yang bisa diandalkan. Misalkan saja mode PIP yang menggabungkan gambar dari kamera belakang dan depan, dan lain sebagainya.

Untuk kamera bagian depannya, TeknoVue mendapatkan hasil yang cukup baik. Akan tetapi, saat pengambilan gambar tangan tidak boleh bergetar karena akan merusak hasil tangkapannya. Bagi yang sedikit tremor, ada baiknya meminta teman untuk mengambil gambar. Hal yang disayangkan lagi adalah tidak adanya auto fokus pada kamera depannya. Walaupun begitu, hasil kameranya bisa diandalkan saat berkumpul bersama teman-teman.

IMG_20161014_190817

Klik foto untuk memperbesar

Untuk kamera bagian belakangnya, TeknoVue merasa ada yang kurang sreg. Hasil kameranya pada saat pencahayaan yang cukup memang cukup baik, tetapi setelah diperbesar 100% ternyata gambar yang didapat kurang tajam serta terdapat noise yang cukup mengganggu. Pada saat kondisi gelap, ternyata gambar yang dihasilkan menjadi lebih tidak tajam lagi. TeknoVue sih menyarankan penggunaan LED Flash yang telah tersedia pada bagian belakangnya, agar hasil foto menjadi lebih baik.

IMG_20161011_181256IMG_20161012_182731

Klik foto untuk memperbesar

<< Halaman Sebelumnya Halaman Selanjutnya >>

Tinggalkan Komentar Anda

Tulis komentar di sini