Desain

Tidak seperti Zenfone Max sebelumnya, Zenfone 3 Max ZC553KL menggunakan badan dengan bahan aluminium dengan desain yang premium. Dengan bahan aluminium tersebut, ternyata tidak membuat ASUS Zenfone 3 Max licin saat digenggam. Bahkan, saat digenggam, smartphone ini terasa memiliki build yang kokoh.

Untuk desain antarmukanya, ASUS selalu memiliki model tersendiri yang diberi nama ZenUI. Semua itu ada pada launcher-nya yang diberi nama ZenLauncher. Versi yang digunakan pada smartphone ini sudah ada pada versi 3.0 yang terbaru. Walaupun begitu, ASUS tidak meninggalkan model dasar antar muka dari Android sendiri, yaitu memiliki application drawer. Antar muka itu sendiri berjalan pada sistem operasi Android Marshmallow 6.0.1. Lalu bagaimana dengan upgrade ke sistem operasi Android Nougat? Saat ini, ASUS sendiri sedang melakukan beta testing terhadap sistem operasi tersebut di Zenfone 3 Max, jadi tinggal tunggu tanggal mainnya saja.

Dengan menggunakan unibody, membuat smartphone ini tidak dapat dibuka sendiri saat ingin mengganti baterainya. Untuk memasukkan kartu SIM (nano dan micro) serta microSD (hybrid), slotnya dapat ditemukan pada bagian kiri dari smartphone ini. Untungnya, ASUS tidak menghilangkan port audio 3,5mm yang berada pada sisi atasnya. Untuk bagian tombol volume dan power, dapat ditemukan pada sisi sebelah kanan. Dan pada bagian bawahnya terdapat port microUSB, speaker, serta microphone.

Pemindai sidik jari yang ada pada bagian belakang pas di bawah kamera memang sudah menjadi standar dari keluarga Zenfone 3. Pemindai sidik jari ini sendiri cukup sensitif saat digunakan. Bahkan, ASUS sudah membuat alat pemindai ini menjadi shortcut untuk memanggil aplikasi kamera dengan mengetuknya dua kali. Pengguna pun bisa membuat alat pemindai ini untuk mengambil gambar selfie agar menjadi lebih mudah.

Jaringan

Dari informasi yang didapat, ASUS Zenfone 3 Max ZC553KL sudah mendukung band LTE 1(2100), 2(1900), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), dan 20(800). Cukup disayangkan ASUS memilih untuk tidak mendukung band 40 (2300) yang digunakan oleh Smartfren untuk sebagian dan Bolt. Smartphone ini juga belum mendukung teknologi VoLTE, walaupun Snapdragon 430 yang digunakan sendiri sudah mendukungnya.

Kamera

Saat melihat dari spesifikasi kamera belakangnya, ASUS menggunakan sensor dengan resolusi 16 Megapiksel. Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh TeknoVue, ASUS Zenfone 3 Max menggunakan sensor Samsung ISOCELL S5K3P3 yang saat ini sudah banyak digunakan pada smartphone dengan harga dua sampai tiga jutaan. Sensor ini sendiri memiliki tempat tersendiri di hati para pengguna smartphone karena nyaris dapat bersaing dengan sensor Exmor buatan Sony.

Teknologi kamera yang dimiliki oleh ASUS saat ini dinamakan Pixel Master yang sudah mencapai versi 3, sesuai dengan versi aplikasi ASUS Camera-nya juga. Dan seperti sebelumnya ASUS Camera memiliki segudang feature seperti mode manual, HDR pro, Super Resolution, Low Light, QR Code reader, dan lain sebagainya.

Untuk hasil kamera utamanya yang memiliki resolusi 16 Megapiksel, hasilnya pun bisa diandalkan saat cahaya disekitarnya terang. Saat dibawah cahaya lampu, hasilnya masih terlihat bagus walaupun tingkat ketajaman menurun serta noise mulai timbul. Pada saat kurang cahaya, hasilnya memang muncul banyak noise dan kurang tajam.

ASUS Zenfone 3 Max -Kamera Utama 01ASUS Zenfone 3 Max -Kamera Utama 02ASUS Zenfone 3 Max -Kamera Utama 03ASUS Zenfone 3 Max -Kamera Utama 04

Kamera depannya memiliki resolusi 8 Megapiksel yang tergolong cukup besar untuk saat ini. Sayang memang, hasilnya tidak sebaik kamera belakangnya. Gambar yang ditangkap sepertinya memiliki algoritma penghilang noise yang terlalu maksimal sehingga beberapa gambar terlihat seperti lukisan cat.

ASUS Zenfone 3 Max -Kamera Depan 01ASUS Zenfone 3 Max -Kamera Depan 02ASUS Zenfone 3 Max -Kamera Depan 03

<< HALAMAN SEBELUMNYA   HALAMAN SELANJUTNYA >>

Tinggalkan Komentar Anda

Tulis komentar di sini