Spesifikasi

Kedua smartphone ini menggunakan SoC buatan Qualcomm, di mana Redmi 4A menggunakan Snapdragon 425 dan Redmi 4X menggunakan Snapdragon 435. Snapdragon 425 menggunakan prosesor empat core Cortex A53 berkecepatan 1,4 GHz sedangkan Snapdragon 435 menggunakan delapan core Cortex A53 dengan arsitektur big.LITTLE di mana empat core big berkecepatan 1,4 GHz dan empat core LITTLE berkecepatan 1,1 GHz. Dengan menggunakan big.LITTLE, hal ini membuat Snapdragon 435 menggunakan prosesor empat inti berkecepatan sama dengan Snapdragon 425. Kedua SoC juga masi menggunakan proses pabrikasi 28 nm.

Secara teori, jika Snapdragon 435 menggunakan empat core berkecepatan 1,4 GHz saat melakukan pekerjaan berat maka kinerjanya kurang lebih akan sama dengan Snapdragon 425. Akan tetapi, Snapdragon 435 memiliki GPU Adreno 505 yang kinerjanya lebih baik dibandingkan dengan Adreno 308, sehingga kinerjanya secara keseluruhan akan lebih baik dibandingkan Snapdragon 425.

Hal ini membuat Snapdragon 435 lebih cocok untuk digunakan dalam bermain game dibandingkan dengan Snapdragon 425. Akan tetapi, untuk kinerja multitasking yang menggunakan prosesor, Snapdragon 425 adalah pilihan yang cukup baik untuk mereka yang memiliki budget terbatas.

Kapasitas RAM juga menjadi pertimbangan untuk mereka yang mementingkan kinerja multitasking. Redmi 4X sudah dipasangkan RAM dengan kapasitas 3 GB dan Redmi 4A dipasangkan RAM 2 GB. Uniknya pada Xiaomi, dengan RAM di bawah 4 GB, feature ZRAM sudah dinyalakan secara default. ZRAM sendiri akan melakukan kompresi data langsung pada RAM sehingga cache yang ada tidak akan memenuhi fisik RAM dan tidak akan ditulis pada storage internal. Hal ini membuat kinerja Xiaomi akan lebih baik dari smartphone lain yang menggunakan kapasitas yang sama tanpa ZRAM. Pada Redmi 4A sudah terpasang ZRAM dengan total 767 MB dan pada Redmi 4X sebesar 1023 MB.

Pengujian dan Baterai

Untuk mengukur kinerja smartphone Redmi 4A dan Redmi 4X, TeknoVue menggunakan beberapa aplikasi benchmarking yang sudah ada pada Google Play. Mudah dan gratis, Anda pun juga bisa melakukan benchmarking sendiri untuk mengukur seberapa baik kinerja smartphone yang dimiliki.

Sebagai pembanding, kami juga menghadirkan Redmi Note 4 dengan SoC Snapdragon 625 yang saat ini menjadi primadona smartphone di harga dua jutaan. Hal ini diharapkan dapat menggambarkan performa kedua smartphone Redmi 4 ini dibandingkan dengan beberapa smartphone yang memiliki harga di atas dua juta tersebut.

3DMarks

Pengujian Slingshot Extreme tidak dilakukan karena Redmi 4A tidak mendukung.

GeekBench 4

MobileXPRT 2015

PCMark Android

Antutu 6

A1 SD Bench

BatteryXPRT

TeknoVue sendiri sudah melakukan pengujian dengan menggunakan aplikasi BatteryXPRT. Mengapa BatteryXPRT? Karena aplikasi yang satu ini dapat menguji baterai smartphone mirip dengan penggunaan sehari-hari. TeknoVue tidak melakukan pengujian saat smartphone berada dalam kondisi menyala tanpa henti atau yang sering disebut dengan Screen On Time.

Sebelah kiri: Xiaomi Redmi 4A dan sebelah kanan: Xiaomi Redmi 4X

Xiaomi Redmi 4A yang menggunakan baterai dengan kapasitas 3210 mAh ternyata dapat bertahan selama 30 jam. Sementara Xiaomi Redmi 4X yang menggunakan baterai 4100 mAh justru hanya terpaut 4,1 jam saja. Hal tersebut mungkin salah satunya dikarenakan Redmi 4X menggunakan prosesor 8 core dan juga memiliki layar yang lebih terang. Akan tetapi dengan hasil tersebut, kedua smartphone ini seharusnya bisa bertahan lebih dari satu bahkan dua hari, tergantung cara pemakaian masing-masing pengguna.

Halaman:

1. Pembukaan 

2. Desain, Jaringan, Kamera

3. Spesifikasi, Pengujian, Baterai

4. Kesimpulan

Tinggalkan Komentar Anda

Tulis komentar di sini