17 April 2024

TeknoVue

Just Another Review Site…..

Aplikasi Parkiran Resmi Diluncurkan

3 min read
PARKIRAN merupakan satu bentuk solusi yang hadir di era digital untuk menyelesaikan permasalahan perparkiran.

TeknoVue, Jakarta – Dinamika permasalahan parkir terus bergulir dengan masalah yang datang silih berganti. Mulai dari jumlah kendaraan yang meningkat pesat dan lahan parkir yang terbatas, hingga yang terbaru adalah menjamurnya parkir liar para ojek dan taksi online dipinggir jalan. Beragam solusi pun coba dilakukan pemerintah dengan membagi zona parkir beragam tarif, hingga tindakan tegas bagi para pelanggar parkir di jalanan mulai dari cabut pentil, derek, bahkan angkut kendaraan oleh dinas perhubungan setempat.

Maka dari itu, sebuah aplikasi startup bernama PARKIRAN, resmi diluncurkan pada tanggal 26 Januari 2017 dengan melakukan jumpa pers dan diskusi di Tanamera Coffee, Kebayoran Baru, Jakarta.  PARKIRAN menjadi solusi baru bagi para pengendara yang ingin memarkirkan kendaraannya dengan aman dan nyaman berkat fitur asuransi yang melindungi keamanan kendaraan, harga parkir yang jelas, kemudahan pembayaran dengan sistem cash dan P Pay, hingga transparansi retribusi dan pajak yang harus disetorkan kepada negara.

Selain pengendara, para mitra yang menyediakan lahan parkir juga ikut kebagian manfaatnya. Karena dapat dipastikan mitra yang bergabung bersama aplikasi PARKIRAN mendapatkan nilai tambah dari lahan tidur yang dimiliki.

“Semua mitra kami tertarik dengan program yang kami miliki. Salah satunya memberikan asuransi terhadap kendaraan yang parkir. Kami pun mengedukasi mereka untuk memberikan fasilitas tambahan seperti toilet, musholla, warung makan, wifi gratis, cucian motor dan helm agar memiliki nilai tambah bagi calon pengguna jasa layanan parkir. Mitra yg mempunyai fasilitas, Anda tinggal gunakan parkiran dan bisa one stop service sesuai dengan kebutuhan Anda. Mitra kami boleh rumahan tapi bukan murahan,” papar CEO & Founder PARKIRAN, Hatta Afkar (28) dalam kesempatan tersebut.

Saat ini sudah ada 25 mitra yang tersebar di Jabodetabek, 15 diantaranya sudah online. Dari 25 mitra tersebut, PARKIRAN telah mendapat jatah 25% dari rata-rata kapasitas 100 untuk motor dan rata-rata lima untuk mobil yang disediakan mitra. Ke depannya, PARKIRAN berkomitmen untuk memperluas mitra parkir dengan target 25 parkiran baru tiap bulannya.

“Untuk jatah parkir, saya ingin mengubah pola berpikir masyarakat yang tadinya konvensional bisa meningkatkan pendapatannya dengan pendekatan digital lewat aplikasi ini,” sambung Hatta.

Bagi pengendara yang menggunakan aplikasi PARKIRAN ini sebenarnya cukup sederhana. Anda bisa mencari lahan parkir yang tersedia dengan layanan peta realtime di dalam aplikasi. Cakupan wilayahnya bisa diatur untuk lahan parkir terdekat atau sesuai dengan pencarian lahan parkir yang diinginkan.

Setelah itu, Anda bisa melakukan reservasi atau check in di lahan parkir tersebut. Bila melakukan reservasi Anda akan mendapat tiket berupa QR code yang nantinya akan discan oleh juru parkir atau pemilik lahan parkir atau mitra PARKIRAN. Kapasitas dan ketersediaan parkiran akan terlihat secara real time dalam aplikasi

Besaran atau biaya parkir sudah ditentukan di awal. Jadi, Anda tidak akan bingung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa parkir di tempat yang dituju. Soal pembayaran bisa dilakukan secara cash maupun lewat fitur dompet digital P Pay yang tersedia di dalam aplikas

Untuk saat ini aplikasi Parkiran saat ini baru tersedia untuk perangkat berbasis Android. Sementara untuk iOS baru akan tersedia Februari mendatang.

SOLUSI UNTUK PERPARKIRAN

Dalam acara konferensi pers tersebut, sebuah diskusi juga diselenggarakan dengan menghadirkan Lis sutjiati (staf khusus Menkominfo), Marulitua Sijabat, AP., M.Si (Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan DKI Jakarta), Yoga Adiwinarto (country director – Institute of Transportation and Development Policy Indonesia), serta Tiodor Sianturi, SE.MM. (Kepala Unit Pengelola Perparkiran  Dinas Perhubungan DKI Jakarta). Diskusi tersebut dipandu oleh moderator Widya Saputra.

Dalam diskusi itu masalah parkir liar mengemuka menjadi problem utama yang harus dibenahi lebih dahulu. Menurut Maruli, parkir liar marak terjadi di sejumlah ruas jalan, terutama dekat pusat perbelanjaan. Karena akibat parkir liar dan sembarangan menyebabkan ruas jalan yang terpangkas sehingga berdampak pada kemacetan.

“Sudah banyak penindakan mulai dari cabut pentil hinga angkut kendaraan, tapi saya berhadap harus ada solusi, karena penindakan harus dikurangi sebagai wujud ketertiban yang lebih baik. Manajemen parkir ini harus dilakukan dengan baik. Perlu ada kesatuan paham antara pihak pengelola lahan parkir, penyedia layanan seperti PARKIRAN dengan Dishub,” papar Maruli.

Hal senada juga disampaikan Lis dan Yoga yang mengangap PARKIRAN sebagai satu bentuk solusi yang hadir di era digital untuk menyelesaikan permasalahan perparkiran.

“Saya melihatnya bukan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah, tapi solusi untuk menyelesaikan masalah perparkiran. Ini masukan untuk Dishub. Pemerintah punya objektif supaya bisa kerja sama bareng untuk pembatasan kemacetan. Jangan sampai mematahkan  seperti meningkatkan tarif parkir agar pengendara berkurang. Di sisi lain suplai mobil terus bertambah,” papar Lis.

Tinggalkan Komentar Anda

Tulis komentar di sini